Senin, 17 Januari 2011

Asuhan Kebidanan pada Aseptor KB teori

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa di harapkan menerima norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang berorientasi pada “Catur Warga” gerakan keluarga berencana ini, telah di dirikan sejak tahun 1970 dan masyarakat dunia menganggap Indonesia berhasil menurunkan angka kelahiran dengan bermakna. ( Manuaba 1889 : 437 )
Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000/tahun. Untuk mengangkat derajat kehidupan bangsa telah di laksanakan secara bersama pembangun ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Bila gerakan keluarga tidak di lakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi di khawatirkan hasil pembangunan tidak akan berhasil.
Pendapat Marthus mengatakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan mengembangkan sumber daya alam laksana devet hitung. Sedangkan pertumbuhan dan perkembangan manusia laksana devet ukur. Sehingga pada satu titik sumber daya tidak mampu menumpang pertumbuhan manusia dan hal ini telah menjadi kenyataan . berdasarkan pendapat demikian di harapkan setiap keluarga memperhatikan dan merencanakan jumlah keluiarga yang di inginkan.
Masyarakat Indonesia dapat menerima hamper semua metode medis thekhnik keluarga berencana yang di canangkan oleh pemerintah dan sudah banyak pula kesadaran masyarakat akan pentingnya program keluarga berencana.
Metode medis tekhnik gerakan keluiarga berencana ada bermacam-macam mulai yaitu : metode KB sederhana yang terdiri dari spermiside, kondom, lender serviks, metode kalender, koitu interuptus.
·         Metode Efektif : Hormonal yang terdiri dari pil, suntik dan susk mekanis yang terdiri dari AKDR dan Implant.
·         Kontrasepsi Mantap : Vasektomi dan Tubektomi
Semua jenis alat kontrasepsi ini bertujuan untuk mencegahkehamilan atau menurunkan angka kelahiran sehingga dapat di lakukan bersama demi terwujudnya visi dan misi Indonesia Sehat 2010.
Mengingat waktu yang di berikan terbatas sedangakn materi tenteng metode Kontrasepsinya banyak maka penulis membatasi pembahasan materi pada Asuhan Kebidanan Pada Ny “R” usia 25 th dengan Akseptor KB suntik 3 Bulan (Deppo Progestin) di Bps. Kedinding-Tarik.


1.2  Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Untuk memperdalam dan memperluas pemikiran mahasiswi tentang KB dan majhasiswi mampu menetapkan dan melaksanakan Asuhan kebidanan selama massa praktek.
1.2.2 Tujuan Khusus
Agar mahasiswi dapat melakukan :
1.   Pengkajian data pada Akseptor Kb suntik 3 bulan
2.   Mengidentifikasi masalah dan membuat diagnose
3.   Mengantisipasi masalah potensial
4.   Identifikasi kebutuhan segera
5.   Mengembangkan rencana Asuhan Kebidanan pada Akseptor Kb suntik 3 bulan
6.   Melaksanakan Tindakan asuhan kebidanan
7.   Mengevaluasi semua tindakan dan tujuan yang telah di lakukan
1.3  Waktu Pelaksanaan
Tanggal pengkajian : 09-02-2011
Di                             : Bps. Kedinding-Tarik
Jam                           : 16.30 WIB

1.4  Batasan dan Rumusan Masalah
Mengingat waktu yang sangat terbatas maka penulis membatasi masalah pada Asuhan Kebidanan Pada Ny”R” usia 25 th dengan Akseptor Kb suntik 3 Bulan (Depo Progestin )

1.5  Manfaat
1.5.1 Bagi Penulis
Mendapat pengalaman dan memperluas ilmu pengetahuan tentang KB suntik 3 bulan (Depo Progestin)
1.5.2 Bagi Masyarakat
Member informasi akuran tentang kontrasepsi KB dan masalah-masalah yang terjadi.
1.5.3 Bagi Instusi
Member tambahan sumber pengetahuan di bidang kontrasepsi suntik Khususnya Kb suntik 3 bulan ( Depo Progestin )








BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kontrasepsi
2.1.1 Pengertian
* KB adalah suatu usaha untuk merencanakan jarak kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi
* KB adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk :
1.Mendapat obyektif-obyektif tertentu
2.Menghindari kelahiran yang tidak di inginkan
3.Mendapat kelahiran yang memang di inginkan
4.Mengatur interval di antara kehamilan
5.Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri
6.Menekan jumlah anak dalam keluarga
* KB adalah upaya untuk mencegah trejadinya kehamilan upaya itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.

2.1.2 Tujuan Kontrasepsi
1.Tujuan Umum : Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayati NKKBS.
2.Tujuan Khusus : Menurunkan angka kelahiran yang bermakna.

2.1.3   Syarat-syarat  yang harus di penuhi oleh suatu metode kontrasepsi yang baik adalah :
1.Aman tau tidak berbahaya
2.Dapat di andalakan
3.Sederhana, tidak perlu di kerjakan oleh seorang dokter
4.Murah dan dapat di terima oleh orang banyak
5.Pemakaian berjangka waktu lama.

2.1.4      Faktor-faktor dalam memilih metode kontrasepsi
1.   Faktor pasangan, motivasi dan rehabilitasi.


o  Umur
o  Gaya hidup
o  Frekuensi bersenggama
o  Jumlah keluarga yang di inginkan
o  Pengalaman dan kontrasepsi yang lalu
o  Sikap kewanitaan
o  Sikap kepriaan




2.   Faktor kesehatan, kontra indikasi, absolute atau relative


o  Status kesehatan
o  Riwayat haid
o  Riwayat kesehatan
o   Pemeriksaan fisik
o   Pemeriksaan panggul


3.   Faktor metode kontrasepsi, penerimaan dan pemakaian berkesinambungan


o  Efektivasi
o  Efek samping
o  Kerugian
o  Komplikasi yang potensial
o  Biaya


2.1.5      Macam Metode Kontrasepsi
1.      Metode KB sederhana Terdiri Dari :
o Spermesaid adalah zat kimia yang melumpuhakan sampai mematikan spermatozoa yang di gunakan sewaktu menjelang hubungan sex.
o Kondom adalah alat berupa karet yang di gunakan oleh pria maupun wanita yang berfungsi sebagai menampung sperma, agar sperma tidak sampai masuk liang vagina hingga mencapai tuba.
o Metode kalender adalah digunakan oleh wanita yang menstruasinya lancer.
o Metode Suhu Basah adalah suatu kontrasepsi dimana boleh melakukan hubungan seksual apabila suhu seorang wanita diatas garis batas yaitu selama 9 hr yaitu yang di lakukan pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas apapun.
o Lender Serviks yaitu suatu metode dimana wanita melakukan seks apabila lender vaginanya di pegang seperti permen karet dan todak boleh melakukan hubungan seks apabila lendernya teraba licin tau tidak merekat.
o Keuntingan KB sederhana
×    Efektifitasnya tinggi apabila penggunanya diperhitungkan dengan masa subur.
×    Murah dan mudah di lakukan tidak mempunyai efek samping dan tidak menghambat atau mengganggu pola seksual.
o Kerugian KB sederhana
×    Efektifitasnya menurun apabila tidak di lakukan sesuai prosedur yang ada.
×    Tingkat kegagalannya tinggi.
2.      Metode KB Hormonal
Terdiri dari :
©   Pil yaitu suatu metode kontrasepsi yang mengandung progesteron yang digunakan per oral yang berfungsi untuk mengentaklan lender servik, mencegah terjadinya ovulasi, menipiskan endometrium sehingga implantasi uvum yang telah di buahi tidak mungkin terjadi.
Ø Keuntungan :
1.      Bila minum pil teratur di jamin berhasil 100%.
2.      Dapat meningkatkan livido.
3.      Dapat mengobati penyakit endometriosis.
4.      Mengurangi nyeri waktu haid.
5.      Mengobati atau menetralisis pendarahan menstruasi yang tidak teratur.
(Manuaba 1998 : 442)

Ø Kerugian :
1.      Harus minum pil secara teratur.
2.      Dalam waktu lama menekan fungsi ovarium.
3.      Berat badan bertambah, rambut rontok timbul aknemual sampai muntah
4.      Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal.
(Manuaba 1998 :442)
©   Suntik adalah suatu mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja lama, yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setisp akan bersenggama tetapi tetap reversible.
Ø Efek samping :
1.      Gangguan pada haid.
2.      Berat badan bertambah.
3.      Sebagian besar wanita belum kembali fertilitasnya selama 4-5 bulan setelah menghentikan suntikannya.
(KB dan kontrasepsi 2004:164)
Ø Keuntungan :
1.      Pemberian sederhana setiap 8-12 minggu.
2.      Tingkat efektifitasnya tinggi.
3.      Hubungan seks dengan suntik KB bebas.
4.      Pengawasan medis yang ringan.
5.      Dapat di gunakan oleh ibu pasca persalinan, pasca keguguran, pasca menstruasi.
6.      Tidak menggunakan pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.
Ø Kerugian :
1.      Perdarahan yang tidak menentu.
2.      Terjadi amenorrhea berkepanjangan.
3.      Masih terjadi kemungkinan hamil.
©   Norplant atau implant adalah alat kontrasepsi bwah kulit yang terdiri dari 2-6 batang, yang di pasang pada lengan atas bagian dalam pada tangan yang tidak dominan di pakai.
Ø Keuntungan :


1.      Dipasang selama 5 tahun.
2.      Control medis ringan.
3.      Dapat di layani di daerah pedesaan.
4.      Penyulit medis tidak terlalu tinggi.
5.      Biaya ringan.



Ø Kerugian :
1.      Menimbulkan gangguan menstruasi.
2.      Berat badan bertambah.
3.      Menimbulkan akne, ketegangan payudara.
4.      Liang senggama terasa kering.
©   AKDR atau IUD adalah suatu alat kontrasepsi yang terbuat dari plastic di liliti tembaga berisi hormone yang di masukkan ke dalam rahim melalui vagina dalam jangka waktu 5 th.
Ø Keuntungan :
1.      Dapat diterima masyarakat dengan baik.
2.      Pemasangan tidak memerlukan medis tekhnis yang sulit.
3.      Control medis yang ringan.
4.      Penyulit tidak terlalu berat.
5.      Pulihnya kesuburan setelah AKDR di cabut berlangsung baik.
Ø Kerugian :
1.      Spotting dan menometroragia.
2.      Masih terjadi kehamilan dengan AKDR insitu.
3.      Menimbulkan kemandulan primer dan sekunder dan kehamilan ektopik.
4.      Liang senggama terasa lebih basah.
3.      Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi mantap atau sterilisasi merupakan metode KB yang paling efektif, murah, aman, dan mempunyai demograsi yang tinggi.
Ada 2 macam atau jenis kontrasepsi mantap, yaitu :
1.      Kontrasepsi mantap pria atau Vasektomi (mop) yaitu :
Suatu metode kontrasepsi operatif minor pada pria yang sangat aman, sederhana, dan sangat efektif, memakan waktu operasi singkat dan tidak memerlukan anestesi umum.
Ø Keuntungan :
o   Efektif.
o   Aman, morbiditas rendah, dan hamper tidak ada martilitas.
o   Cepat, hanya memerlukan 5-10 menit.
o   Menyenangkan bagi aseptor karena memerlukan anestesi local saja.
o   Biaya rendah.
o   Secara cultural sangat di anjurkan di Negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter wanita dan paramedic wanita.
(KB dan Kontrasepsi 2004 : 308)
Ø Kerugian :
o   Diperlukan suatu tindakan operatif.
o   Kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau infeksi.
o   Kontap pria belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa yang sudah ada di dalam system reproduksi distal dari tempat oklusi vosdeferens di keluarkan.
(KB dan Kontrasepi 2004 : 308)
2.      Kontrasepsi mantap wanita atau Tubektomi (mow) yaitu :
Tubektomi adalah suatu tindakan pada kedua saluran wanita atau saluran bibit pria yang mengakibatkan orang/pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi.
(Sarwono 2005 : 924)
Ø Keuntungan :
o   Kerusakan tuba falopi terbatas.
o   Morbiditas rendah.
o   Dapat dikerjakan dengan Lapavoskopi, histerokopi, atau laparotomi.
(KB dan Kontrasepsi 2004 : 287)
o   Menghadapi dan mencapai klimakterium.
(Manuaba 1998 : 468)
Ø Kerugian :
o   Memerlukan waktu operasi yang panjang. (Manuaba 1998 : 468)
o   Memerlukan latihan khusus dan keterampilan serta harus ahli .
o   Biaya rendah.
o   Menyenangkan bagi aseptor karena memerlukan anestesi local saja.
o   Aman morbiditas rendah dan hamper tidak ada mortalitas .
2.2     Macam-macam KB suntik
Upjhon Company (1958) :
a.       Depo Provera yang mengandung medroxy progesterone acefat 150mg yang di berikan setiap 3 bulan 1 kali..
b.      Cyglofgem yang mengandung medroxy progesterone acefat 50mg komponen esterogen yang di berikan setiap bulan atau setiap 4 minggu 1 kali.
©      Mekanisme kerja KB suntik
1.      Menghalangkan keluarnya FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan Ovum.
2.      Lender serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barier terhadap spermatozoa.
3.      Membuat endometrium menjadi kurang baik /tidak layak untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi.
4.      Mempengaruhi kecepatan transport ovum di dalam tuba falopi.
(KB dan Kontrasepsi 2004 : 166)



©      Efektifitas Kontrasepsi Suntikan
Baik DMPA maupun NETEN sangat efektif sebagai metode kontrasepsi, kurang dari 1/100 wanita akan mengalami kehamilan dalam 1 tahun pemakaian DMPA dan 2/100 wanita pertahun pemakaian NETEN.

©      Keuntungan KB suntik
o   Pemberiannya sederhana.
o   Tingkat efektif tinggi.
o   Hubungan seks dengan pemakaian KB suntik bebas.
o   Pengawasan medis yang ringan.
o   Dapat di pakai diberikan pasca persalinan, pasca keguguran, atau pasca menstruasi.
o   Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
(Saifudin 2006 : MK 42)
Dari Kadar Insullin dan Penurunan
©      Kerugian KB suntik


o   Perdarahan yang tidak menentu.
o   Terjadi amenorrhea berkepanjangan.
o   Masih terjadi kemungkinan hamil.
o   Sering di temukan gangguan haid.
o   Kenaikan BB.
o   Terlambat kesuburan setelah penghasilan pemakaian.


©      Efek sampping KB suntik
o   Gangguan HAid pada akseptor : amenorrhea, perdarahan berat, ireguler, bercak.
o   Berat badan bertambah.
o   Sakit kepala.
(Hartanto 2004 : 169)
o   Pada system kardio vaskuler efeknya sangat sedikit, mungkin ada sedikit peninggian dari kadar insulin dan penurunan hal kolesterol.
(KB dan Kontrasepsi 2004 : 160)
©      Penanggulangannya
1.      Melakukan konseling sebelum dan selama pemakaian kontrasepsi suntik.
2.      Bila perdarahan hebat atau lama disebabkan oleh kontrasepsi suntikan maka tindakan yang harus di ambil pemberian tablet ekstradiol 25mg 3x1/hr untuk 3 hari atau pil oral kombinasi perhari untuk 14 hr.
©      KB suntik dapat diberikan saat :
1.      Pasca persalinan
. Hari ke 3-5 pasca persalinan.
. Jadwal waktu di perhitungkan.
2.      Pasca Abortus
. Segera setelah keguguran.
. Jadwal waktu di perhitungkan.
Jadwal waktu suntikan berikutnya di perhitungkan dengan pedoman :
1.      Depo Provera : interval 12 minggu.
2.      Norigest : interval 8 minggu.
3.      Clygofem : interval 4 minggu.
(Manuaba 1998 : 445)
2.3     Konsep Dasar KB suntik 3 Bulan (Depo Progestin)
2.3.1           Pengertian
Depo progestin adalah suntikan medrolesi progesterone asetat yang biasanya di berikan pada hari ke 3 sampai 5 pasca persalinan, segera setelah keguguran dan pada masa intervas sebelum hari ke 3 haid.
(Wiknjosastro,2007:921)
2.3.2           Cara Kerja
Cara kerja medroxy progesterone acetat adalah menghambat ovulasi atau mencegah ovulasi. Kadar FS dan LH menurun dan tidak terjadi sentakan LH. Respon kelenjar hipofise terhadap gonadotropin-releasing hormone oksegeneus tidak berubah sehingga memberi kesan proses terjadi hipotalamus dari pada kelenjar hipofise.
Lender serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barier terhadap spermatozoa. Membuat endometrium menjadi kurang layak/baik untuk implantasi dari ovum yang telah di buahi. Mungkin mempengaruhi kecepatan transportasi ovum di dalam tuba falopi.
2.3.3           Keuntungan KB suntik Depo Progesatin menurut (Saifudin 2004 : MK-42)
1.      Sangat efektif.
2.      Pencegahan kehamilan jangka panjang.
3.      Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.
4.      Tidak mengandung esterogen, sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
5.      Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI.
6.      Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
7.      Dapat digunakan oleh perempuan usia >33th sampai menoupush.
8.      Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
9.      Menurunkan krisis anemia bulan sabit.
10.  Mencegah beberapa penyebab radang panggul.
2.3.4           Kerugian KB suntik Depo Progestin menurut (Saifudin 2004 : MK-42)
1.      Sering di temukan gangguan haid.
2.      Klien sangat tergantung pada tempat yankes.
3.      Tidak dapat di berikan sewaktu-waktu.
4.      Tidak melindungi dari PMS dan HIV/AIDS.
5.      Kenaikan BB
6.      Terlambat kesuburan setelah penghentian pemakaian.

2.3.5           Indikasi
1.      Usia Reproduksi
2.      Multipara dan yang telah mempunyai anak.
3.      Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektifitas tinggi.
4.      Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai.
5.      Setelah melahirkan, abortus, banyak anak.
6.      Perokok tekanan darah <180/110mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah.
7.      Menggunakan obat epilepsy tuberkolosis.
8.      Sering lupa bila menggunakan pil.
9.      Anemi defisiensi Besi.
(Saifudin,2006:MK-43)
10.  Remaja (16 tahun) sampai wanita usia 40 th dari nuligravida sampai granda multipara.
(Varney,2007:482)
2.3.6           Kontra Indikasi
1.      Kehamilan.
2.      Karsinoma Payudara.
3.      Karsinoma traktus genetalia.
4.      Perdarahan Abnormal uterus.
5.      Diabetes militus di sertai komplikasi.
(Hartono,2004: 169)
2.3.7           Cara Penggunaan
Depo Progestin takaran yang di anjurkan adalah 150mg tiap 3 bulan secara IM yang dalam. Untuk lebih memastikan bahwa akseptor tidak hamil pada saat suntikan pertama dilakukan di anjurkan agar di berikan suntikan selama masa 5 hari pertama setelah mendapat haid yang normal atau dalam masa 6 minggu setelah melahirkan.
Depo Progestin tidak mengganggu laktasi walaupun medroxy progesterone acetat di ekskresikan di dalam air susu ibu, tetapi jumlahnya sangat kecil, sampai saat ini tidak pernah di laporkan adanya efek samping pada pertumbuhan bayi. Di anjurkan agar dokter/petugas yang bertanggung jawab secara langsung terhadap para aseptor memberitahukan kepada mereka bahwa pada permulaan pemberian, siklus haid berubah, pendarahan yang tidak teratur,atau spotting bias terjadi, tetapi keadaan semacam ini akan berkurang bahkan bisa timbul amenorrhea bila pemakaian Depo Progestin.
(http://www.farmasiku.com/indexphp?target=product&product_id=33119)
2.3.8           Efek samping yang Terjadi
Peristiwa-peristiwa berikut telah di susun berdasarkan kegawatannya bukan karena kekerapan terjadinya :
1. Reksi anafilaksis dan anafilaktik.
2. Penyakit tromboemboiik, tromboplebitis, dan emboli paru-paru.
3. System saraf pusat gelisah, tidak bisa tidur, mengantuk, letih, depresi pusing, dan sakit kepala.
4. Selaput kulit dan lender, urticasia, pruritis, bercak merah, jerawat, husubsm, dan alopecia.
5. Gastroinstestinal;mual.
6. Payudara lembek dan gaiactorrhea.
7. Leher rahim perubahan pada erosi dan sekresi.
8. Miscellaneous: Hiperpirexia, perubahan berat badan dan moonfacies.
9. Reaksi setempat sakit gumpalan dari sisa yang ketinggalan dan perub. Warna kulit tempat suntikan.
2.3.9           Keadaan yang Memerlukan Perhatian
a.       Penderita yang peka terhadap medroxy progesterone acetat.
b.      Pendarahan di vagina yang tidak di ketahui penyebabnya.
c.       Kelainan patologis yang tidak diketahui penyebabnya.
d.      Pendarahan pada saluran kelamin yang tidak di ketahui penyebabnya.
2.3.10       Tanda-tanda yang harus di waspadai Pada Pengguna KB Depo Progestin.
a.       Reksi anafilaksis dan anafilaktik.
b.      Penyakit tromboemboiik, tromboplebitis, dan emboli paru-paru.
c.       Tidak bias tidur
d.       Mengantuk.
e.       Letih.
f.       Depresi.
g.      Pusing dan sakit kepala.
h.       Selaput kulit dan lender.
i.        Urticasia, pruritis.
2.3.11       Penyimpanan
Disimpan dalam tempat tertutup rapat di tempat sejuk dan terhindar dari cahaya.
2.3.12       Langkah-langkah dalam Penyuntikan .










2.4     Konsep Dasar Teori Asuhan Kebidanan Pada KB suntik 3 bulan
No reg      :
Tanggal    :
Jam          :
Oleh         :
Tempat     :

1.      PENGKAJIAN DATA
a.    Data Subyektif
1.      Identitas
      Nama            : Untuk mengetahui identitas pasien.
Umur            : Untuk mempermudah petugas dalam memberi pengobatan.
Agama          : Untuk mengetahui kepercayaan dari ritual yang di lakukan.
Pendidikan   : Untuk mempermudah petugas dalam memberi HE.
Pekerjaan      : Untuk mengetahui aktifitas pasien sehari-hari.
Suku/Bngsa  : Untuk mengetahui adat/kebiasaan di lingkungan pasien
Alamat         : Untuk mengetahui keadaan lingkungan tempat tinggal.
2.      Status Perkawinan
Pernikahan ke      : untuk mengetahiu pasien nikah berapa kali
Umur nikah          : untuk mengetahui usia berapa pasien menikah
Lama nikah          : untuk mengetahui berapa lama paien itu menikah
3.      Keluhan utama
Sering di temukan gangguan haid(sklus haid pendek,perdarahan banyak atau sedikit, tidak teratur. Ridak haid sama sekali),peningkatan berat badan±1-2kg/bln, timbul jerawat, keputihan,menurunnya libido, pusing dan sakit kepala.
(Hartanto,2004:169)
4.      Riwayat Kebidanan
a.       Haid
Menarche        : 12-15 th
Siklus              : Memendek/memanjang
Banyaknya      : Banyak/sedikit
Warna              : Merah tua
Bau                  : Anyir
Keluhan           : Tidak ada
Flour albus      : Ya
(Saifudin,2006:MK-42)
b.      Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Perkawinan
ke
Kehamilan
Persalinan
Anak
Nifas
Kb
ket
Ke
Uk
Jns
Penol
Tmpt
BBL
Jns
h/m
Usia
pnyul
Asi
pnyul































5.      Riwayat KB
Ibu sebelumnya menggunakan KB hormonal maupun Hormonal dapat menggunakan KB suntik.
(Saifudin,2006:MK-44)
6.      Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Tidak di perbolehkan pada ibu dengan riwayat karsinoma payudara, karsinoma traktus, perdarahan abnormal uterus.
(Hartanto,2004:169)
7.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga tidak ada menderita penyakit keturunan seperti darah tinggi, kencing manis, jantung, dan tidak ada menderita penyakit menularseperti TBC, hepatitis maupun HIV/AIDS.
8.      Pola Kebiasaan
a.       Nutrisi.
DMPA merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak daripada biasanya.
(Hartanto,2004:171)
b.      Eliminasi.
Dilatasi ureter oleh pengaruh depo progestin, sehingga timbul statis dan berkurangnya waktu pengosongan kandung kencing karena relaksi otot.
(Hartanto,2004:124)
c.       Istirahat.
Gangguan tidur yang di alami ibu akseptor KB suntik sering di sebabkan karena efek samping dari KB suntik tersebut.
d.      Aktifitas.
Rasa lesu dan tidak bersemangat dalam melakukan aktifitas karena mudah atau sering pusing dan cepat lelah, serta depresi.
(Depkes RI, 1994:73)
e.       Hubungan Seksual.
Pada pengguna jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan vagina dan menurunkan libido.
(Saifudin,2006:MK-42)
9.      Data Psikologi
KB suntik progestin dapat menyebabkan perubahan body image, yaitu peningkatan berat badan, jerawat, alopesia (botak).
(Depkes RI, 1994:75)



10.  Data Sosial Budaya
Kontrasepsi suntik di pandang dari sudut agama,baik itu islam, Kristen, katolik, budha, hindu, diperbolehkan asal bertujuan untuk mengatur kehamilan bukan untuk mengakhiri kehamilan.
(Depkes RI, 1994:75)

b.   Data Obyektif
1.      Pemeriksaan Fisik Umum
§  Keadaan Umum       : Baik
§  Kesadaran                : Composmentis
§  TTV           TD          : 120/70 mmHg, perokok <180/110mmHg, dengan masalah pembekuan darah.
                  N            : 70-100x/mnt
                  S             : 36,5-37,5°C
                  RR          : 16-24x/mnt
Tinggi badan            :…cm
Berat badan              : Umumnya pertambahan berat badan tidak terlalu besar antara 1-5 kg dalam tahun pertama. (Hartanto, 2004:169)
2.      Pemeriksaan Fisik Khusus
Kepala          : Kulit kepala bersih,rambut berwarna hitam, mudah rontok (Depkes RI,1994:75)
Muka            : Tidak sembab,tidak oedem,tidak terdapat cloasma gravidarum.
Mata             : Kelopak mata tidak odem, sclera tidak ikterus, konjungtiva merah muda.
Hidung         : Simetris, tidak ada secret,tidak ada polip, fungsi baik.
Mulut           : Bersih, tidak ada caries, tidak ada stomatitis, lidah bersih.
Telinga         : Bentuk simetris,bersih tidak ada serumen, fungsi baik.
Leher            : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan thyroid, tidak ada peninggian vena jugularis.
Dada            : Bentuk simetris, pernafasan normal,tidak ada weezing/ronchy.
Payudara      : Tidak ad apembesaran abnormal, tidak ada hiperpigmentasi areola mamae.
Abdomen     : Tidak ada pembesaran uterus, tidak ada strie, tidak ada hiperpigmentasi linea alba dan nigra, tidak ada nyeri tekan.
Genetalia      :kemungkinan terjadi albus dimana jika kebersihannya kurang dapat menyebabkan infeksi, tidak ada pembekakan kelenjar skene dan bartholini. (Depkes RI,1994:75)
Ekstremitas  : Pada aseptot yang mempunyai bakat varises, akan menimbulkan varises, karena pengaruh hormonal. (Depkes RI 1995:8)

3.      Pemeriksaan Penunjang
PP test negative.

2.      INTERPRETASI DATA DASAR
Ds         : Ibu mengatakan ingin mendapatkan suntik KB 3 bulan.
Do         : Keadaan Umum         : Baik
                           Kesadaran                   : Composmentis
                           TTV              TD          : 120/70 mmHg, perokok <180/110mmHg, dengan masalah pembekuan darah.
                  N            : 70-100x/mnt
                  S             : 36,5-37,5°C
                  RR          : 16-24x/mnt
Tinggi badan            :…cm
Berat badan              : Umumnya pertambahan berat badan tidak terlalu besar antara 1-5 kg dalam tahun pertama. (Hartanto, 2004:169)
Kepala                      : Rambut Mudah Rontok
Genetalia                  : Kemungkinan terjadi albus,dimana jika kebersihannya kurang, dapat menyebabkan infeksi.
Ekstremitas              : Pada aseptot yang mempunyai bakat varises, akan menimbulkan varises, karena pengaruh hormonal. (Depkes RI 1995:8)

Dx         : Ny “…” umur 15-49 th, akseptor KB suntik 3 bulan jenis Depo Progestin.

3.      ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
-  Gangguan rasa nyaman pada Genetalia berhubungan dengan sekresi vagina yang berlebihan.
-  Gangguan rasa aman (pusing) berhubungan dengan pengaruh hormonal.
-  Gangguan Body Image berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh.

4.      KEBUTUHAN SEGERA
-  Di kompres dengan menggunakan air hangat.

5.      INTERVENSI
Dx       : Ny “…” usia …tahun, dengan akseptor KB suntik 3 bulan (Depo Progestin)
Tujuan jangka pendek
            Setelah di lakukan asuhan kebidanan ±30 menit diharapkan ibu merasa puas lega penyuntikan berjalan dengan lancer sesuai dengan prosedur penyuntikan dengan criteria hasil :

-          Ibu mengerti tentang kondisi saat ini.
-          Ibu kooperatif dengan tindakan petugas.
Intervensi :
1.   Jelaskan hasil pemeriksaan
R/ Mengetahui keadaan saat ini
2.   Pastikan klien tidak hamil
R/Menyingkirkan adanya kemungkinan hamil
3.   Persiapan alat
R/Memperlancar Penyuntikan
4.   Persiapan lingkungan
R/Persiapan lingkungan untuk menjaga privasi klien
5.   Persiapan pasien
R/Mempermudah nakes dalam melakukan tindakan
6.   Persiapan petugas
R/Membantu kelancaran dalam melakukan tindakan penyuntikan
7.   Bersihkan alat-alat yang telah di pakai
R/Menghilangkan dan membunuh kuman mikroorganisme
8.   Lakukan pencatatan
R/Pendokumentasian serta evaluasi terhadap tindakan yang telah di lakukan
9.   Anjurkan ibu untuk kembali pada tanggal yang telah di tentukan
R/ Klien mengetahui kapan harus kembali untuk melakukan KB suntik Depo Progestin

6.      IMPLEMENTASI
Dx       : Ny”…” usia…th dengan akseptor KB suntik 3 bulan Depo Progestin

Tanggal           :
Jam                  :
1.   Menjelaskan hasil pemeriksaan.


KU                    : Baik
Kesadaran         : Composmentis
Ttv          TD     : 120/70
               N        : 84x/mnt
               S        : 36,5°C
RR          : 20x/mnt
TB/BB              : 159/56
Abdomen          : Tidak ada luka bekas oprasi, tidak teraba ballotement


2.   Melakukan palpasi uterus untuk mengetahui apakah terjadi pembesaran uterus/tidak. Dan hasilnya tidak ada pembesaran uterus.
3.   Menyiapkan peralatan.
-          Obat suntik depo progestin
-          Spuit 3cc
-          Kapas alcohol
-          Bengkok
4.   Menutup pintu dan jendela/tirai agar privasi pasien tetap terjaga.
5.   Menyiapkan pasien yaitu menganjurkan ibu untuk membuka pakaian/daerah penyuntikan , kemudian anjurkan ibu dalam posisi miring/tengkurap sesuai dengan keinginan ibu serta memberikan kemudahan.
6.   Persiapan petugas.
-          Mencuci tangan
-          Membukan dan membuang tutup yang menempel pada vial
-          Hapus karet yang ada sebagian atas vial dengan kapas alcohol
-          Ambil spuit 3cc sekali pakai dan buka plastiknya
-          Menghisap obat ke dalam spuit
7.   Melakukan penyuntikan secara IM, yaitu 1/3 sias dengan coxygeus, cara penyuntikan tegak lurus, dilakukan dalam-dalam pada otot sampai jarum masuk semua tetapi lakukan aspirasi terlebih dahulu.
8.   Membersihkan alat yang telah di pakai.
-          Membuang spuit = jarum dan kapas alcohol kedalam sampah medis
-          Membuang botol vial dan bekas pada sampah non medis
9.   Melakukan pencatatan pada buku register KB dan kartu KB klien tentang hasil pemeriksaan.
10.  Memberitahu ibu tanggal kembali untuk suntik lagi.

7.      EVALUASI
Tanggal           :
Jam                  :

S  : Ibu mengatakan telah mengerti penjelasan dan tindakan yang dilakukan tenaga kes
O  : Ibu dapat mengulangi penjelasan petugas
A  : Ny”…” usia…th akseptor KB suntik 3 bulan (Depo Progestin)
P  : Anjurkan Ibu untuk kembali sesuai dengan jadwal penyuntikan yang telah di catat pada kartu peserta KB.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar